Simak bagaimana cara memakai kain ihram yang benar dan wajib diketahui bagi para jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah maupun haji di tanah suci. Kain ihram merupakan pakaian wajib bagi para jemaah umrah atau haji. Kain ihram untuk jamaah laki laki dan perempuan berbeda.

Untuk laki laki, terdapat dua lembar kain berwarna putih yang tidak dijahit. Sedangkan,untuk perempuan menggunakan pakaian yang disyariatkan, yakni menutup seluruh tubuh kecualiwajah dan telapak tangan. Bagi Anda yang baru pertama kali umrah atau haji pasti merasa kebingungan bagaimana cara memakai kain ihram.

Sebelum mengenakan kain ihram, disunahkan untuk mandi dan berwudhu terlebih dahulu. Pakaian ihram untuk wanita lebih bebas, yang terpenting pakaian menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Pakaian ihram sangat dianjurkan berwarna putih.

Lengan baju mencapai pergelangan tangan, dan kerudung yang digunakan juga harus panjang sampai menutupi dada. Untuk bawahan bisa menggunakan rok atau celana lebar yang mencapai tumit. Pakailah kaos kaki dan sepatu untuk melindungi kaki Anda.

Anda juga bisa memakai mukena sebagai pakaian ihram, yang terpenting menutupi seluruh aurat, kecuali wajah dan telapak tangan. Sebelum mengenakan kain ihram, disunahkan untuk mandi dan berwudhu terlebih dahulu. Pakaian ihram untuk laki laki, memiliki dua lembar kain ihram yang tidak dijahit.

Dua kain tersebut berfungsi untuk menutupi bagian atas dan bawah. Bagian bawah kain ihram harus lebih tebal dan panjang dari bagian atasnya. Jika kain terlalu panjang di bagian atas, kita akan kesulitan ketika salat.

Jamaah laki laki tidak diperbolehkan menggunakan celana, pakaian dalam, baju, penutup kepala, bahkan alas kaki. Pilihlah satu helai kain yang lebih panjang dan tebal untuk dipakai pada bagian bawah. Bentangkan posisi kedua kaki, lalu sarungkan kain ke badan.

Tangan kanan di bentangkan sambil menggenggam dua ujung kain ihram yang disatukan, dengkan tangan kiri diletakan dibawah ketiak untuk menahan lipatan. Ujung kain ihram yang di satukan ditarik ke arah kiri, sedangkan tangan kanan menahan lipatan di bawah ketiak. Ujung kain ihram yang disatukan dilipat kedalam seperti hal nya memakai sarung untuk shalat, sehingga tidak kelihatan dari depan dan nampak rapi.

Kemudian kenakan sabuk khusus haji agar membentuk ikatan yang kuat. Ambil kain ihram potongan yang ke 2 dan bentangkan dengan tangan memegang ujung kain ihram tersebut. Posisi tangan kiri agak ke atas dan tangan kanan ke bawah. Seperti contoh gambar (4).

Selipkan ujung kain ihram sebelah kiri pada gulungan kain ihram di pinggang sebelah kanan. Selendangkan ujung kanannya untuk menutupi bagian atas badan, seperti contoh gambar (6). Setelah mengetahui bagaimana cara memakai kain ihram, sebaiknya Anda juga harus mengetahui apa saja yang tidak boleh dilakukan saat memakai ihram.

Ada beberapa larangan yang wajib jemaah ketahuisaatberihram, simak berikut ini. Berkata kotor, bertengkar, dan mencaci maki. Hal ini memang pada dasarnya tidak boleh dilakukan meski pun di luar berihram.

Membunuh binatang. Tak terkecuali nyamuk dan lalat yang biasa kita bunuh. Saat berihram haram hukumnya membunuh binatang.

Berhubungan suami istri Bagi pasangan yang berhaji atau berumroh bersama juga dilarang untuk melakukan hubungan suami istri. Memotong kuku dan rambut.

Rambut yang dimaksud adalah seluruh rambut yang ada pada badan. Menutup wajah dan memakai sarung tangan bagi perempuan. Terkecuali jika ada lelaki bukan mahram yang lewat dihadapannya.

Memakai pakaian berjahit yang menampakkan bentuk lekuk tubuh bagi laki laki. Dalam hal ini, seperti baju, celana dan sepatu.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *