Tiap negara punya cara sendiri dalam menghadapi pandemi virus corona ini. Baru baru ini Jepang, sebuah produsen suku cadang memasarkan produk baru ciptaannya. Melansir laman , perusahaan Takion membuat pintu tanpa sentuhan.

Penemuan ini memungkinkan orang untuk membuka pintu tanpa harus menyentuhnya. Ide itu bermula dari kekhawatiran para pekerja akan penularan virus corona melalui kenop pintu. Ketakutan itu memuat para pekerja menghindari menyentuh kenop pintu.

Mereka membayangkan, akan lebih merasa aman jika bisa membuka dengan kaki. Bermula dari situlah, Takion mengembangkan produk untuk pintu. Produk itu terdiri dari pedal yang terpasang pada bagian bawah pintu.

Ketika ditekan, pedal akan menarik kawat yang mengarah pada tuas yang dipasangkan ke kenop pintu. Tuas akan turun, memutar pegangan dan membuka pintu tanpa disentuh. Unit pegangan ini dikembangkan perusahaan dengan gangang pintu bulat berdiametes 4,8 dan 5,2 centimeter.

Satu perangkat unit pegangan ini dijual dengan harga 10.780 yen atau sekitar Rp 1,5 juta. Tak hanya mengembangkan pintu tanpa sentuh, sebuah perusahaan besi di Jepang juga membuat produk terbaru di tengah pandemi. Sebuah pabrik besi di wilayah Amagasaki, Jepang membuat alat alat besi berbentuk binatang.

Alat ini berfungsi sebagai penekan tombol dan saklar. Dengan alat ini, kita bisa mencegah penyebaran virus corona. Penekan tombol unik ini pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan humas pabrik itu, Sachiko Nakashioya (44).

Gagasan itu muncul setelah ia melihat putranya yang berusia 6 tahun menekan tombol lift di sebuah supermarket. Sebagai seorang ayah, Nakashioya merasa khawatir anaknya tertular virus dari tombol lift. Ternyata kekhawatiran itu juga dirasakan oleh beberapa orang tua lainnya.

Alat unik itu diberinama Hibatouch. Saat ini, Hibatouch hadir dalam dua variasi, bentuk kucing dan monyet. Selain fungsional, Hibatouch juga akan disenangi oleh anak anak karena bentuknya yang lucu.

Hibatouch didesain dengan ukuran 10×10 centimeter dan berat sekitar 70 gram. Alat ini juga di dilengkapi dengan busa konduktif. Sehingga bisa digunakan untuk menggunakan gadget layar sentuh.

Perusahaan mulai menjual alat melalui situs webnya pada akhir April, dan telah menerima lebih dari 400 pesanan. "Kami mendapat respons yang lebih baik dari yang kami harapkan." "Kami akan terus mengambil tindakan terhadap virus sebagai perusahaan besi," kata Nakashioya dikutip dari

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *