Belum sempat bercinta dengan wanita kenalannya, seorang pria telanjang lari terbirit birit keluar hotel sambil minta tolong. Aksi pria tersebut menarik perhatian warga Jalan Waru dan Jalan Sengon, Medan Petisah, Kota Medan, Jumat (29/5/2020) dini hari WIB. Mereka tersentak karena tak sehelai pakaian menempel di tubuh si pria saat keluar hotel di bilangan Jalan Waru.

"Tolong bang, tolong saya bang," begitu teriak si pria tanpa menyebutkan identitasnya itu. Salah satu warga yang ada di lokasi mencoba bertanya apa gerangan yang dialami pria tadi. "Kenapa kau? Ada apa ini? Kok bisa telanjang kau?" tanya Doli warga sekitar.

"Saya mau dirampok oleh mereka," terang pria tersebut kepada warga. Perlahan setelah tenang karena merasa aman, pria telanjang tadi memulai ceritanya. Ia mengaku berkenalan dengan seorang wanita melalui aplikasi MiChat.

Pendek kata, pria ini diajak berhubungan badan oleh wanita kenalannya. Keduanya pun janjian bertemu di salah satu hotel di kawasan Jalan Waru, Medan Petisah, Kota Medan. Sedianya, keduanya bertemu pada Kamis (28/5/2020) malam tapi tak jadi.

Si wanita sempat bertanya kepada pria tersebut, "Gimana, jadi enggak datang?" Esoknya, obrolan si pria dengan wanita kenalannya berlanjut. Pria tersebut mengaku tak punya duit untuk membayar tarif si wanita.

"Tapi aku disuruh datang saja," jelas si pria. Tanpa pikir panjang, pria tadi merespons ajakan si wanita karena diajak berhubungan badan oleh si wanita. Ia senang bukan main mendatangi hotel yang dimaksud pada Jumat dini hari.

Masuk ke kamar lantai dua hotel, pria tadi langsung diminta si wanita untuk menanggalkan pakaiannya. "Di dalam aku dipaksa paksa buka baju, buka celana, semuanya," aku si pria. Tiba tiba, tanpa sepengetahuan si pria, datang dua waria ke dalam kamar.

Usut punya usut, dua waria ini teman si wanita. "Mereka langsung ambil celanaku, bajuku. Langsung aku diperas di sana," sambung si pria tadi. Dalam kondisi telanjang, pria tadi tak bisa berkutik dan tetap dipaksa membayar uang.

"Kau bayar sekarang Rp 5 juta. kalau tidak selesai kau," ucap salah satu waria ditirukan si pria. Entah bagaimana ceritanya, pria tersebut berhasil kabur dari kamar hotel tanpa busana. Setelah mendengar pengakuan pria itu, warga berbondong mendatangi hotel tersebut.

Warga meminta petugas hotel untuk mengeluarkan dua waria dan satu wanita yang hendak memeras korban. "Keluarkan pelaku pelaku maksiat dari kampung ini," teriak puluhan warga. "Jangan kotori kampung kami dengan zina," imbuh mereka sambil merapatkan barisan di depan hotel.

Petugas jaga di hotel tersebut keluar lalu menghardik massa. Menurut dia, warga tidak berhak memeriksa atau menggerebek hotel. Saat bersamaan, warga meminta pria yang telanjang tadi untuk membuat laporan di Polsek Medan Baru.

Sekitar setengah jam setelah membuat laporan, anggota Polsek Medan Baru tiba di hotel. Dua waria dan satu wanita masih bertahan di sana. Polisi meminta penjaga hotel segera mengeluarkan para waria dan wanita tersebut dari dalam kamar.

Menurut penuturan polisi, kedua waria dan wanita tersebut sudah sering memeras. Si wanita sebagai pancingan agar korban datang untuk diajak berhubungan badan, dan dua waria yang memeras. "Sudah sering mereka ini (memeras). Ini ini aja orangnya," ucap satu di antara polisi yang mengenakan masker.

Melihat polisi hadir di sana, warga meminta seluruh pengunjung hotel bukan suami istri untuk ke luar. Mereka pun diminta menjalani pemeriksaan urine di Polsek. Selain khawatir jadi sarang peredaran narkoba, warga takut pengunjung yang tak dikenal carrier Covid 19.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *