Turnamen bulutangkis di kancah Badminton World Federation (BWF) musim 2019 telah usai pada Minggu (15/12/2019) kemarin. Namun, serangkaian turnamen bulutangkis seperti Super Series dan sejumlah turnamen prestisus sudah menanti di tahun 2020. Sedikit berbeda dari musim tahun ini, di tahun depan bakal ada banyak turnamen turnamen besar yang berada di kategori Grade 1 seperti Thomas Cup dan Uber Cup 2020.

Selain itu, ada pula Tokyo 2020 Olympic Badminton yang bakal digelar di pertengahan tahun 2020. Sama seperti tahun ini, bakal ada 26 gelaran turnamen Super Series menuju BWF World Tour Finals 2020. Sehingga total jumlah turnamen yang bakal berlangsung untuk BWF World Tour dan Major Events sebanyak 28 turnamen.

Tahun ini, para pebulutangkis Indonesia telah menorehkan banyak prestasinya. Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie bersama Anthony Sinisuka Ginting konsisten menduduki posisi Top 10 ranking dunia. Sebagai pelapis, Shesar Hiren Rhustavito juga menorehkan prestasi apik di sepanjang tahun.

Seperti menjuaraiRussian Open 2019 dan tiga kali berada perempat final di turnamen besar, yakni Thailand Open, Korea Open, dan French Open. Sementara di sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani sama sama belum mentas ke posisi 10 besar dunia. Seusai mengawali tahun dengan menjuarai Thailand Masters, Fitriani kesulitan mencapai prestasi yang lebih tinggi dan mentok di dua kali babak perempat final di Chinese Taipei Open dan Thailand Open.

Sementara, Gregoria Mariska malah belum pernah sekalipun menyabet gelar sepanjang tahun 2019. Perjalanannya terhenti pada babak perempat final di tiga turnamen; New Zealand Open, Chinese Taipei Open, dan Korea Open. Sektor gemilang bagi Indonesia menorehkan banyak pencapaian luar biasa sepanjang tahun 2019.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo merebut delapan gelar dari 14 turnamen yang mereka ikuti. Bukan hal yang mudah bagi Marcus/Kevin untuk tampil konsisten selama 2019 karena pesaing yang kian berkembang membuat performa ini harus makin stabil. Bahkan pencapaian pasangan berjuluk The Minions ini memecahkan beberapa rekor baru, seperti menciptakan hattrick Fuzhou China Open hingga mengalahkan rekor Lee Yong Dae/ Yoo Yeon Seong yang berada di puncak ranking 10 besar dunia selama 117 pekan.

Tak jauh berbeda, pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga menorehkan prestasi luar biasa. Tiga ajang prestisius seperti All England, BWF World Championships, dan BWF World Tour Finals di sapu bersih oleh pasangan berjuluk The Daddies ini. Sementara, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga menciptakan pencapaian fantastisnya.

Pasalnya, meskipun menjadi pemain pelapis Fajar/Rian justru bisa menduduki ranking lima dunia di akhir tahun ini. Ada dua gelar yang berhasil didapatkan oleh Fajar/Rian, yakni di Swiss Open dan Korea Open. Di sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih berada di jajaran Top 10 World Ranking.

Pencapaian Greysia/Apriyani pada tahun ini, yakni merebut satu gelar di India Open danmenjadi runner up di Malaysia Masters. Di sektor ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil menjadi runner up German Open. Sementara, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil memperoleh kemenangan emas di Denmark Open dan French Open.

Selain itu, Praveen/Melati juga menjadi runner up di empat final yakni India Open, New Zealand Open, Australian Open, Japan Open. Sedikit berbeda dari musim tahun ini, di tahun depan bakal ada banyak turnamen turnamen besar yang berada di kategori Grade 1 seperti Thomas Cup dan Uber Cup 2020. Selain itu, ada pula Tokyo 2020 Olympic Badminton yang bakal digelar di pertengahan tahun 2020.

Sama seperti tahun ini, bakal ada 26 gelaran turnamen Super Series menuju BWF World Tour Finals 2020. Sehingga total jumlah turnamen yang bakal berlangsung untuk BWF World Tour dan Major Events sebanyak 28 turnamen.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *