Sektor transportasi DKI Jakarta turut menyiapkan strategi protokol kesehatan menyambut era kebiasaan baru atau new normal. Salah satunya dilakukan PT MRT Jakarta. Moda transportasi baru ibu kota ini mendorong strategi pencegahan penumpukan penumpang baik di stasiun maupun di dalam kereta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan pihaknya mendorong adanya pembagian waktu kerja yang fleksibel bagi pegawai perusahaan jika new normal diberlakukan. Pembagian itu diharapkan menghindarkan penumpang membentuk kerumunan ketika jam sibuk transportasi seperti pukul 07.00 09.00 WIB dan 17.00 19.00 WIB. "Kami kenalkan dan mendorong waktu kerja yang fleksibel sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi di jam sibuk yang biasanya terjadi pukul 07.00 09.00 atau 17.00 19.00," ungkap William dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2020).

MRT juga mengenalkan kampanye #JAKARTABANGKIT dengan mendorong penerapan budaya bersih, aman, nyaman, kolaborasi, dan tata kelola yang baik. Budaya bersih dimaksudkan pihak MRT menjaga kebersihan kereta dengan membersihkannya tiga kali sehari, menyediakan penyanitasi tangan di setiap stasiun. Sementara aman, bermakna calon penumpang harus lebih dulu melakukan pemeriksaan temperatur tubuh sebelum masuk stasiun, hingga edukasi.

Sedangkan nyaman, yakni menerapkan pembatasan sosial atau jaga jarak di lingkungan stasiun maupun dalam kereta. MRT berupaya agar pengguna nyaman dan tidak merasa akan terpapar Covid 19 ketika menggunakan jasa. Pembatasan sosial tersebut meliputi setiap kereta maksimal hanya diisi oleh 60 orang. Disiapkan penanda di stasiun dan dalam kereta untuk memandu penumpang menjaga jarak dengan yang lain.

"Protokol protokol itu akan kita terapkan," ucap dia.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *