Gugus Tugas Sebut Solo Zona Hitam Corona,

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo heran karena ada yang menyebut Solo zona hitam Corona atau COVID-19. Menurutnya penanganan pada kasus Corona di Solo sudah jelas.
“Jarene sapa (kata siapa)? Yang ngomong zona hitam siapa?” kata Ganjar saat ditanya wartawan soal zona hitam Solo, Selasa (14/6/2020).

Menurut Ganjar pada kasus nakes positif Corona di RSUD dr Moewardi Solo sudah dilakukan penanganan cepat dengan isolasi, tracing dan tes PCR. Karena itulah dia mengaku heran jika ada yang menyebut Solo zona hitam Corona.

“Saya juga heran, mungkin itu penilaian pengamat yang bilang begitu, atau ada yang lagi benci. Soalnya yang terjadi dan kita kontrol saat ini di Solo ya di RSUD Moewardi dan UNS, itu saja,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, penyebutan Solo zona hitam Corona, pertama kali disampaikan oleh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani. Alasan Ahyani adalah ada peningkatan drastis warga terpapar virus Corona di kota tersebut.

“Biasanya tambah 1-2 orang, hari ini tambah 18 orang. Sudah bukan zona merah lagi, zona hitam,” kata Ahyani, Minggu (12/7) lalu.

Ahyani mengungkap jumlah tersebut banyak disumbang dari klaster tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo. Saat itu 25 dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PDSS) Paru Universitas Sebelas Maret (UNS) di rumah sakit milik Provinsi Jateng tersebut dinyatakan positif virus Corona.
“Dari 25 orang itu, yang dinotifikasi sebagai warga Solo ada 15 orang. 3 orang lainnya masyarakat umum selain nakes,” ujar dia.

Dia merinci 18 orang tersebut berasal dari beberapa kelurahan, yakni 10 warga Jebres, 3 warga Mojosongo, kemudian Purwosari, Manahan, Sumber, Banyuanyar dan Timuran masing-masing satu orang.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo juga tidak keberatan dengan penyebutan Solo zona hitam Corona. Sehari setelah Ahyani menyatakan Solo zona hitam Corona, Rudy menjawab pernyataan wartawan yang meminta tanggapannya terkait penyematan status tersebut.

Rudy mengatakan sebutan zona hitam digunakan agar masyarakat lebih waspada terhadap wabah virus Corona . Sebab, kasus virus Corona di Solo masih terus bertambah hingga saat ini.

“Bolehlah dikatakan zona hitam biar masyarakat lebih waspada, biar hati-hatilah. Karena apapun virus ini tidak terlihat,” kata Rudy saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Senin (13/7).

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *