Didi Kempot baru saja menghembuskan nafas terakhir akibat jantung. Penyanyi campursariitu meninggal dunia di Solo, Selasa (5/5/2020) kemarin. Lord Didi, julukan para penggemar untuk penyanyi tersebut, meninggal pukul 07.45 WIB.

Pelantun lagu lagu campursari kenamaan tersebut meninggal pada usia 53 tahun. Di balik sosoknya yang kerap jadi sorotan publik, kehidupan pribadi Didi Kempot justru jarang terekspos. Terutama mengenai kisah perjuangan Didi Kempot saat awal merintis karier.

Dilansir dari tayangan Ini Talk Show di tahun 2019, Didi Kempot rupanya sempat menceritakan perjuangannya mengais rezeki. Saat itu Didi Kempot hadir dengan gaya khasnya. Memakai beskap warna hitam dan jarik khas Jawa.

Blangkonnya menutupi kepalanya dengan rambut yang masih terurai. Didi Kempot menceritakan prosesnya saat merintis kariernya dari bawah. Di awal, Didi Kempot sempat merasakan kerasnya perjuangan dalam mencari uang.

Ternyata Didi Kempot dulu berawal dari seorang pengamen. Didi Kempot mengamen dari tahun 1980 an lalu kemudian mencoba peruntungan nasib pergi ke Jakarta. Di Jakarta Didi Kempot masih mengamen bersama teman teman seperjuangannya, salah satunya Untung Blangkon yang juga diundang datang malam itu di Ini Talk Show.

Didi dan Untung sempat tinggal satu kos yang dekat dengan kandang kambing. Saking susahnya cari uang, Didi Kempot dan Untung sempat mengutang ke warung untuk makan. "Dulu ada warung di depan kos kita, nama warungnya Mbok Yoto," ucap Didi Kempot mengawali ceritanya, berdasarkan tayangan di YouTube Ini Talk Show unggahan Kamis (15/8/2019).

Sambil malu dan tertawa kecil, Untung menlanjutkan cerita Didi Kempot. "Kalau makan tuh, bayarnya sepulang ngamen," kata Untung Blangkon. Setelah bercerita banyak soal pengalaman utangnya, mendadak Sule memanggil Bu Yoto, si pemilik warung.

Bu Yoto yang sudah berusia senja pun hadir dengan senyumannya. Melihat Bu Yoto datang, Didi Kempot langsung bersalaman dan memeluk Bu Yoto. Bu Yoto yang bernama asli Mbah Supiyem ini hanya bisa tersenyum saat mendengar candaan dari Sule, Andre, Untung dan Didi.

"Mbah aku udah bayar (utang) belum, Mbah," celetuk Untung. "Kayaknya belum," jawab Bu Yoto. Terlihat Bu Yoti begitu mengenal Didi Kempot.

Bu Yoto pun menjelaskan sosok Didi Kempot di matanya. "Orangnya memang pendiem, Mas," kata Bu Yoto saat menjawab pertanyaan dari Andre Taulany. "Soalnya kan lagi banyak pikiran, (karena hanya) ngamen," lanjut Bu Yoto.

Didi Kempot langsung menanggapi pernyataan dari Bu Yoto yang dipanggilnya "Mak." "Mikir, bayar utangku gimana caranya besok," kata Didi. Menurut Bu Yoto, Didi Kempot dan teman temannya memang sering ngutang makan di warungnya.

Dirinya sendiri merasa masa bodoh dengan anak anak yang sering utang. Bu Yoto pun juga tidak pernah menagih utang karena Didi dan teman temannya tidur di rumahnya. Untuk membalas kebaikan hati Bu Yoto, Didi Kempot pun menjanjikan sesuatu.

"Saiki (sekarang) pengen apa aku belikan" ujar Didi. Bu Yoto pun hanya tersenyum mendengarnya. Hingga kini, Didi Kempot sudah menciptakan ratusan lagu yang mayoritas bertemakan patah hati.

Lagu yang kini sedang booming, di antaranya Pamer Bojo, Banyu Langit, hingga Kalung Emas. Meski dikenal penyanyi dengan penghasilan tinggi, sosok Didi Kempot dikenal sangat sederhana. Wali Kota Solo FX Rudy menyebutkan, Didi Kempot bahkan tak begitu memikirkan materi.

"Mas Didi ini orangnya sederhana, tidak pernah memikirkan materi," ujar Rudy, dikutip dari siaran langsung YouTube Kompas TV, Selasa (5/5/2020). Rudy mengaku terkejut atas kepergian pemilik lagu Stasiun Balapan ini. Sebenarnya, Selasa ini ia dan Didi Kempot akan bertemu.

"Saya syok, karena sebenarnya hari ini beliau mau bagi bagi rezeki," ungkapnya. Ia pun meminta agar masyarakat mendoakan kepergian Didi Kempot ini. Rudy juga meminta agar para musisi bisa melanjutkan perjuangan Didi Kempot untuk berkarya.

"Kita doakan saja agar arwahnya diterima Tuhan. Segala perbuatan baik diterima." "Kita yang ditinggalkan seperti teman teman musisi agar bisa melanjutkan karyanya," imbuhnya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *