Ibunda APA, Ratna menceritakan kondisi sang putri sebelum ditemukan tewas dibunuh NF (15) di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ratna mengakui, saat itu APA tengah sakit. Hal itu diungkapkan Ratna saat menjadi narasumber di acara Rumpi dilansir pada Sabtu (14/3/2020).

Kepada Feni Rose, Ratna menuturkan badan APA hangat dan panas dalam sehingga ia memberinya obat. "Pagi itu dia baru minum obat sekali. Saya bilang nanti siang minum obat lagi," ucap Ratna. Kemudian, di siang hari Ratna sempat pergi mengantarkan dagangan yang diminta ibu pelaku.

Tak beberapa lama setelahnya, Ratna menghampiri APA yang tengah bermain di rumah pelaku bersama adik tiri NF. "Saya bilang ayo pulang dulu, minum obat. Tetapi dia enggak mau karena masih mau main," jelas Ratna. Ratna memaparkan, sang putri kecilnya belum minum obat sama sekali ketika itu hingga kemudian ia mendapatkan kabar APA tewas.

Lebih lanjut, Ratna mengaku terakhir kali ia mengobrol dengan putrinya itu sebelum APA tewas. Ketika itu, Ratna menuturkan hanya mendengar suara sang putri tetapi tak melihat kondisi fisiknya karena ia berada di kamar mandi. "Terakhir kali itu saya cuma dengar suaranya. Dia bilang ada antaran dari Ibu Indri, saya bilang nanti karena saya lagi di kamar mandi. Bilangin ya," ujar Ratna.

Setelah keluar ke kamar mandi, Ratna lantas mengantarkan dagangan kembali yang diminta ibu pelaku. "Terus anak saya langsung naik ke rumah ini (pelaku) dan main bersama adik. Pulang saya antar, saya tanya ke ibu pelaku, dia bilang sudah keluar setelah mandi tetapi gak tau kemana lagi. Saya terus cari kemana kemana," beber Ratna. Sementara itu, di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Ratna memaparkan, sang ibu pelaku sempat mengetahui bahwa korban mengaku akan mandi atau bermain air.

Dalam ceritanya itu, ibu pelaku juga sempat mengungkap kepada Ratna bahwa baju korban basah. Ibu pelaku juga mengaku bahwa korban sudah keluar dari rumahnya. "Tadi katanya (korban) mandi, ibu pelaku bilang gitu. Mandi atau main air gitu saya juga kurang tahu. Katanya (ibu pelaku) bajunya (korban) basah. Tapi A**** (korban) udah keluar, udah pulang," pungkas Ratna.

Bingung usai mendengar cerita ibu pelaku, Ratna pun akhirnya mencari anaknya hingga sore. Namun hasilnya tetap nihil. "Saya cari (korban) ke rumah saya enggak ada, ke neneknya enggak ada, sampai jam 6 sore tetap enggak ada," imbuh Ratna.

Ratna pun lantas meminta sang suami, Kartono untuk pulang ke rumah guna mencari anaknya yang hilang Tapi setelah dicari oleh sang suami dan tetangga hingga jam 2 malam, sang anak belum juga ditemukan. Keesokan harinya, Jumat (6/3/2020), Ratna berinisiatif kembali mencari anaknya yang hilang.

Awalnya, Ratna curiga anaknya ikut terbawa oleh ondel ondel atau topeng monyet. Hingga akhirnya, rasa penasaran Ratna soal keberadaan putrinya terjawab di pukul 10 pagi. Yakni saat polisi ramai menyantroni rumah pelaku.

Mayat putrinya Ratna pun ditemukan oleh pihak kepolisian. "Sampai hari Jumat, pagi, saya masih sempat nyari keliling ke luar (rumah). Saya takut dia ngikut ondel ondel atau topeng monyet gitu. Jadi saya ngiter nyari. Setelah dari situ jam 10 pagi polisi sudah ramai di tempat pelaku," ungkap Ratna dengan suara bergetar menahan tangis. Mengaku tak curiga dengan pelaku, Ratna memang sempat melihat tanda tanda bahwa putrinya ada di rumah pelaku.

Hal tersebut dibuktikan dengan sandal korban yang dilihat oleh ibunya sedang tergeletak di depan rumah pelaku. Namun diakui Ratna, putrinya memang biasa menaruh sandal miliknya di rumah pelaku. "Malam ibu tidak melihat tanda tanda di rumah pelaku ?" tanya Karni Ilyas.

"Sandal (Korban) ada (Di rumah pelaku). Anak saya memang gitu kadang suka naruh sandal di situ (Di rumah pelaku). Pikiran saya itu biasa aja, jadi saya enggak punya pikiran yang negatif atau gimana sama rumah itu. Saya pikir dia main atau kemana," ucap Ratna.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *