Flu babi jenis baru (G4) yang berpotensi menjadi pandemi baru-baru ini ditemukan di Tiongkok oleh para ilmuwan. Para peneliti khawatir bahwa virus G4 tersebut dapat bermutasi lebih lanjut, sehingga dapat menyebar dengan mudah dari orang ke orang dan memicu wabah pandemi global.

Dilansir dari Liputan6.com, dalam jurnal berjudul Prevalent Eurasian avian-like H1N1 swine influenza virus with 2009 pandemic viral genes facilitating human infection, disebutkan babi dianggap sebagai inang penting untuk menghasilkan virus pandemi influenza. Berikut fakta-fakta mengenai virus G4 yang baru-baru ini ditemukan.

Virus Baru Menyerupai H1N1

Melalu jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, seorang peneliti bernama Hong Lei Sun memberikan penjelasan terkait flu babi jenis baru ini. Lei Sun mengatakan bahwa virus G4 yang ditemukan di Tiongkok ini memiliki kemiripan dengan virus H1N1. Seperti yang diketahui, infeksi virus H1N1 pernah menjadi pademi pada tahun 2009.

“Kami melaporkan pengawasan virus flu babi dari 2011 hingga 2018 di Tiongkok dan mengidentifikasi genotipe 4 (G4) yang muncul baru-baru ini menyerupai virus H1N1, yang membawa pandemi 2009,” tulis peneliti Hong Lei Sun, dikutip dari jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Menimbulkan Infeksi Lebih Parah

Tidak main-main, Lei Sun menuturkan lebih lanjut, infeksi virus ini bisa terjadi lebih parah dari sebelumnya. Gejala infeksi pernafasan dan batuk juga terlihat dari infeksi virus ini.

Lebih parah dari virus G1/H1N1, virus ini bisa menyebabkan pendarahan dan pembengkakan pada tubuh.

“Kami menemukan infeksi dengan virus G4 EA mengakibatkan gejala klinis yang parah, seperti demam, bersin, mengi, dan batuk. Rata-rata penurunan berat badan maksimum yang lebih tinggi berkisar antara 7,3 hingga 9,8 persen,” Lei Sun menuturkan lebih lanjut.

Perpaduan Karakteristik Beberapa Virus Mematikan

Dilansir dari Healthline, virus G4 merupakan perpaduan karakteristik dari virus H1N1 yang memicu pandemi flu 2009, flu pandemi influenza 1918, dan strain flu H1N1 Amerika Utara yang mengandung gen dari flu burung, manusia, dan influenza babi.

Menurut para peneliti, kemunculan virus yang meluas pada babi meningkatkan risiko penularan pada manusia. Ini juga memiliki potensi untuk berevolusi dan menjadi dapat menyebar di antara manusia, yang dapat memicu pandemi.

“Virus flu ini terdiri dari potongan-potongan dari flu burung, pandemi H1N1, dan flu babi, dan tampaknya tumbuh dengan baik di sel manusia. Itu menambah banyak potensi, tetapi kami belum melihat virus ini muncul dan menyebabkan masalah nyata,” kata seorang Ahli Virologi dan Kepala Departemen Biologi di Texas A&M University-Texarkana, Benjamin Neuman.

Saat Ini Tidak Menular ke Manusia

Virus G4 saat ini tidak menyebar dari orang ke orang, tetapi beberapa ahli kesehatan khawatir virus ini dapat bermutasi dan menjadi menular di antara orang-orang. Mutasi semacam ini adalah perubahan besar, tetapi mutasi yang tidak menentu dan spontan, umum terjadi pada virus flu.

“Itulah yang terjadi pada influenza. Itu disebut reassortment dan rekombinasi, sehingga mereka terus-menerus mengganti bagian gen mereka yang berbeda dengan gen fungsional lain dalam virus influenza lainnya,” kata seorang profesor epidemiologi dan peneliti dari University of California, Christine Johnson.

Seperti yang sudah terjadi sebelumnya pada wabah flu babi H1N1. Awalnya virus ini tidak menular ke manusia, teapi viurs ini berkembang menular dari manusia ke manusia dan menyebabkan pandemi.

Vaksin Belum Tersedia

Meskipun memiliki kemiripan dengan flu babi H1N1, namun sampai sekarang vaksin virus ini belum ditemukan. Vaksin yang dapat digunakan untuk menangkal virus H1N1 belum terbukti dapat melawan virus G4.

Para peneliti berharap, publik tetap waspada terhadap ancaman virus lain selain virus corona yang tengah diperangi saat ini.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *