Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono mengatakan perhatian pemerintah kepada pasar dalam penanggulangan virus corona atau Covid 19 sangatlah kecil. Menurutnya, tidak ada sosialisasi masif ke pasar dalam menerapkan protokol kesehatan. "Harusnya ada sosialiasi ke pasar, ada terjadi pada saat awal awal aja kira kira bulan Maret awal, ada tuh perhatian ada pemyemprotan di beberapa titik," ujar Ferry dalam diskusi MNC Trijaya, Sabtu, (6/6/2020).

Menurut dia, dari 140 pasar yang ada di DKI Jakarta, hanya 10 sampai 20 pasar saja yang disemprot desinfektan. Sementara sisanya tidak ada sama sekali dan hanya mengandalkan peralatan seadanya. "Di daerah daerah yang lain juga sama, jadi kita ini sebenernya sedih juga disatu sisi punya kewajiban untuk tetap buka pasar ini, tetapi disisi yang lain kita gak dilengkapi dengan alat yang memadai," katanya.

Begitu pula menjelang penerapan new normal. Penyuluhan kepada pedagang pasar untuk menerapkan protokol kesehatan, masih wacana. Padahal tiga minggu lalu menurut Ferry, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo, Menteri Perdagangan Agus Suparman, dan sejumlah pemerintah kabupaten sepakat untuk turun bersama ke pasar pasar mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan.

"Tapi sampai hari ini gak ada. Nah protokol kesehatan yang ada hanya berupa surat edaran dari menteri perdagangan dan itu kita sudah teruskan ke pasar pasar," tuturnya. Padahal, menurut politikus Gerindra itu, pasar merupakan tempat yang harus menjadi perhatian. Beberapa kasus positif Covid 19 di Jawa Timur di temukan di Pasar.

"Kalau dari sekarang data yang ada di pasar pasar ini menunjukan gejala, jadi tambah banyak korban yang positif virus corona di seluruh Indonesia, kemarin saya dapat masukan dari pak Emil Dardak itu di Jatim Surabaya Raya, banyak klaster klaster baru di pasar pasar," pungkasnya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *